Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

BELAKANG PUNGGUNGMU

    BELAKANG PUNGGUNGMU Aku melihat bagaimana pundaknya naik turun, kepalanya menunduk. Jika pun aku berpindah duduk di depannya belum tentu aku bisa memastikan air matanya jatuh karena ia memakai kacamata dan topi. Aku tetap duduk di bangku belakangnya, sekarang ia menyalakan rokok. Ia menghisapnya dalam lalu menghembuskannya berlahan. Setelah itu menyeruput es kopi yang mulai mencair di sisi kanan tangannnya. Hujan semakin deras, kendaraan lewat dengan lambat, sesekali ia menghadap jalanan. Entah itu sedang melihat atau melamun. Dia duduk tegak mematung, sekitar 30 menit ia seperti itu. Sepertinya dia merasa ada yang menatapnya dari belakang, dia menengok sedikit lalu aku memainkan handphone. Ini tidak akan seperti di film, dimana aku akan menghampirinya dan berupaya menghibur. Apapun yang sedang memberatkan pundaknya, aku harap dia tetap bisa tegar.             Perempuan itu memakai kaos hitam, setelah kulihat-lih...

PERSETUJUAN

  PERSETUJUAN             Saat itu dia terlihat sibuk memilah-milah buku di loakan. Tempat itu hanya disambangi dua orang saja, jadi dia terlihat mencolok dengan topi kuningnya. Beberapa majalah ditumpuk, dia mulai bernego dengan penjual. Hal itu sebenarnya hanya perilaku yang ikut-ikutan kebiasaan pembeli saja, dia buruk dalam tawar menawar harga. Dia sudah senang mendapat potongan harga 2.000 saja. Sebelum majalah-majalah itu dimasukkan ke kantung kresek, dia menghirup bau majalah itu dengan wajah sumringah. Ini kelima kalinya dia membeli majalah di loakan, selama lima kali itu dia tidak pernah membeli di satu toko. “Gendhis! Parkirannya sini!” Dia berbalik arah kemudian meringis malu. Lalu aku berlari menuju parkiran. “Tungguin!” Aku selalu tertawa melihatnya berlari, larinya seperti pinguin. Seperti biasa, sesampainya dia langsung   menempeleng kepalaku. Kami mengendarai motor dengan lambat. Dia memeluk erat pi...