BELAKANG PUNGGUNGMU
BELAKANG PUNGGUNGMU Aku melihat bagaimana pundaknya naik turun, kepalanya menunduk. Jika pun aku berpindah duduk di depannya belum tentu aku bisa memastikan air matanya jatuh karena ia memakai kacamata dan topi. Aku tetap duduk di bangku belakangnya, sekarang ia menyalakan rokok. Ia menghisapnya dalam lalu menghembuskannya berlahan. Setelah itu menyeruput es kopi yang mulai mencair di sisi kanan tangannnya. Hujan semakin deras, kendaraan lewat dengan lambat, sesekali ia menghadap jalanan. Entah itu sedang melihat atau melamun. Dia duduk tegak mematung, sekitar 30 menit ia seperti itu. Sepertinya dia merasa ada yang menatapnya dari belakang, dia menengok sedikit lalu aku memainkan handphone. Ini tidak akan seperti di film, dimana aku akan menghampirinya dan berupaya menghibur. Apapun yang sedang memberatkan pundaknya, aku harap dia tetap bisa tegar. Perempuan itu memakai kaos hitam, setelah kulihat-lih...